Lucky Charms Rainbow

Pages

Senin, 16 Desember 2013

Amazing Spider ~



makhluk kecil dan imut ini kupanggil laba-laba, pasti kalian juga akan memanggil dengan panggilan yang sama :)
Hanya sebagian kecil orang yang meliriknya penuh kagum, termasuk aku salah satunya, padahal ia adalah salah satu wujud kesempurnaan ciptaan Allah.
apa yang kalian fikirkan dahulu ketika telintas nama laba-laba dibenak kalian? yup, Jaringnya.
Ia merupakan keajaiban desain yang memiliki rancangan tersendiri beserta perhitungan tekhnik yang menyertainya.
Coba aja kalau laba-laba yang aku pegang ini diperbesar menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar 150 meter dan ini akan sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai 50
andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring yang lebarnya 50 meter , maka jaring yang dibuatnya bisa menghentikan pesawat jumbo jet.

karena kekepoan dan ke-mau-tau-an ku , coba kalian amati deh gimana makluk imut ini membuat jaring-jaringnya, kalian akan menemukan keajaiban yang nyata kawan.
Pertama-tama ia akan melempar benang yang dipintalnya jauh ke udara kemudian aliran udara ini akan membawanya ketempat tertentu dimana ia akan menempel. Ok! Construction Time, waktunya untuk laba-laba melakukan pekerjaannya. perlu satu jam lebih untuk menganyam 1 jaring. waw !
mulanya, laba-laba kecil ini menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna untuk mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar kedalam dan Taraaaaaaaa….perangkap nya sudah siap!!
benang yang digunakan laba-laba itu sama ajaibnya dengan jaringnya. Benangnya bisa 5x lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus-lima-puluh-ribu-kilogram-per-meter-persegi. Coba banyangin deh kalo seutas tali berdiameter 30cm terbuat dari benang laba-laba, maka bisa menahan berat 150 mobil.. Subhanallah :)
kebetulan laba-laba imut ini bernama Dinopsis “Sang Ahli Pembuat Perangkap”  ini tidak menunggu mangsanya terperangkap dalam jaring, tapi ia membuat perangkap bergerak. Ia membuat benang khusus dengan membuat dua ratus gulungan per menitnya. Ia lalu merangkaikan benang-benang ini dengan mengikuti suatu pola yang cerdas. Dengan cara ini, sebuah perangkap mematikan pun kini telah siap. 
Ia menunggu di tempat yang sering dilalui serangga untuk menyergapnya. Matanya yang tajam mampu melihat gerakan paling lemah sekalipun. Ia lalu membungkus mangsanya dalam jerat khusus. Laba-laba menangkap lebih dari satu mangsa dalam semalam, dan menganyam jaring yang berbeda untuk setiap mangsa. Jaring ini sungguh merupakan keajaiban desain. Mangsa yang tertangkap tidak berkesempatan untuk lolos. 

Laba-laba Dinopsis yang baru lahir telah mampu menganyam jaring mungil. Bayi laba-laba ini sudah menjadi insinyur semenjak ia lahir ke dunia. hihihi :’) keren kan? dan Bayi laba-laba ini akan segera meninggalkan induk mereka untuk membangun sarang mereka sendiri setelah kehadiran laba-laba muda lainnya.
keren kan? Laba-laba itu sebenarnya keren jarang ada yang nglirik siapa dia sebenarnya , untuk apa Tuhan menciptakan dia , masih banyak cerita tentang laba-laba kapan2 disambung lagi :)

Minggu, 22 September 2013

SUNSET & SUNRISE



Sepagi inikah Cinta datang, menyelinap lembut kedalam hati, sepagi juga aku melihat sosokmu yang sangat aku kagumi yang hanya dapat aku lihat dari kejauhan dan bersegeralah mimpi , kau wujudkan dalam sebuah cerita baru untukku hari ini…..

Aku berjalan dengan langkah gontai menuju gerbang sekolahku yang sepagi ini masih belum terbuka lebar, kabutpun masih tebal menyelimuti dinginnya pagi. Entah ada angin apa hari ini aku berangkat 1 jam lebih awal dari jam masuk sekolahku. Aku meraih anak pagar dan maksudku mendorongnya untuk membuka tetapi disampingku berdiri kakak kelasku, tidak aku lihat dengan jelas siapa dia dan yang aku tau dia ikut meraih anak pagar itu. Aku benar-benar malu untuk melihat wajahnya tapi aku tau ketika aku melihat kearah pundaknya. Dia mendorong pagar dengan 1 tangannya karena tangan yang satunya dia gunakan untuk memegang sepedah pancalnya, aku langsung ikut mendorong pagar sisi samping.

“Ternyata sudah sarapan ya, jadi kuat dorong pager gede kayak gini.” Katanya seakan memecah kesunyian. “emm..iya.” aku bingung harus menjawab apa, gugup. Aku dan kakak kelasku yang masih belum aku lihat wajahnya itu terlihat berjalan berdampingan tetapi kemudian aku mengambil langkah dibelakangnya. Dag..Dig..Dug . Pengen lari dan mempercepat langkah rasanya, aku tak terbiasa dengan hal seperti ini. Jika Tuhan marah, aku harus apa? Setengah lapangan tengah aku berjalan saatnya aku berlari. Tetapi kakak kelasku membalikkan jalannya, Aku menatap wajahnya yang sangat teduh. Begitupun dia, dia menatapku juga. Seakan mata kita bertemu dalam tatapan sekejap itu. Sekarang aku tau pasti siapa dia, Kak Alief. Kutundukkan wajahku, berlari melewatinya. Rasanya seberkas bayangan wajah kak Alief masih melekat, bagaimana aku bisa menghapusnya. Kuusap-usapkan tanganku ke wajahku, ini pasti hanya khayalan gilaku lagi. Tidaaaaakkk!!

Aku menghentikan langkahku ke Masjid Ar-Rahman , tempat tongkrongan favoritku bersama sahabatku Latifa untuk menghafal beberapa surat pendek. Melepas tas ranselku menuju tempat wudhu . ‘ah…pasti kelas masih kosong daripada gak jelas dhuha aja lah siapa tau pas ikut pelajaran pada nyantol ke memori ,hehe’ gumamku .

Seusai wudhu, aku masuk kedalam dan mengenakan mukena yang aku bawa sendiri. Ketika aku akan melakukan takbir , tau tidak siapa yang muncul dari pintu masjid ikhwan, Kak Alief! Aku menghembuskan nafasku beristighfar karena takbir pertamaku gagal gara-gara kak Alief.huf~ ‘konsentrasi woi’! setelah aku menunaikan shalat sunnahku 4 rakaat, aku langsung berlari aku tidak ingin melihat kak Alief lagi, aku takut kalau aku punya rasa sama dia. Aku memasang kaus kakiku dan kemudian memakai sepatuku yang masih tampak kinclong itu, tiba-tiba disampingku Kak Alief sudah duduk.

Harus apa-Harus apa Tuhan, kenapa ada kak Alief lagi? “Hai, ahlan wa sahlan, ukhty.” Sapanya yang berarti ‘Hai, apa kabar kamu(perempuan)’ “Ahlan bik wan akhy?” dan yang berarti aku membalasnya ‘aku baik-baik saja dan kamu?’ “ahlan bik, ukhty boleh bicara sebentar?” Kak Alief mulai serius. “Iya, mau bicara apa?” aku menahan rasa anehku. “Bisa bantu ana isi petisi?” “petisi?buat apa?” “Ini” Kak Alief menyodorkan selembar petisi padaku. Aku tak membaca penuh yang pasti ini seperti petisi-petisi online yang pernah dia kirimkan aku lewat email. “Okay, bisa.” Aku mengisi petisinya yang nanti akan dikirimkannya ke sebuah lembaga “Kalau ini berhasil aku akan menraktirmu.” Dengan senyumannya dia menghilang. Sepentingkah petisi itu untuk hidupnya? Penemuan barunya dan segala inspirasinya begitu besar dan juga kepekaannya terhadap sebuah masalah. Tapi petisi itu susah sangat butuh pertimbangan. Seperti halnya masalah keamanan Palestine, Mesir dan masalah ekonomi dan politik, Scient, Astronomi dan semua hal yang kadang akupun tak mengerti maksudnya. Aku suka ketika ia selalu melibatkanku dalam pemikiran besarnya, meski  bertemu , bertatap dan berbicara pun jarang.

“Kau tak ingin melihat Sunrise pagi ini, Ukhty?” tanyanya padaku yang kemudian muncul lagi dibelakangku. Sunrise, aku tak pernah memikirkan bisa melihat hangatnya cahaya matahari terbit itu. “Em…..” aku berfikir keras. “Sudahlah ini masih pagi, pelajaran akan mulai 40 menit lagi. Ayo ikut aku!” Kak Alief meraih pergelangan tanganku. “Tapi kak…” belum selesai aku berkata padanya, Kak Alief langsung menimpal. “Kau akan melihat hari baru akan dimulai.” Kak Alief mendadak puitis. “Tapi kan ini udah siang kak?” “Anggap aja ini masih setengah enam,hehehe” “Ampun deh kak.” Aku mengikuti langkahnya yang membawaku ke atas menara masjid sekolahku.

Sampailah aku diatas Menara Masjid Ar-Rahman. Indah sekali, belum pernah aku melihat ini sebelumnya. “Kau lihat itu, Seorang petani dengan susah payahnya ia, membawa sekarung pupuk. Ia memikulnya sendiri. Dan kau lihat ibu-ibu yang disampingnya Ibu itu setia menemani suaminya yang sangat ia sayangi, Pak Petani tersebut tak mengizinkan Istrinya membantunya membawa sekarung pupuk itu, karena menurutnya Seorang laki-laki yang hebat adalah seseorang yang tak membiarkan orang yang ia sayangi terluka, Pak Petani takut kalau Istrinya terluka dan terjadi sesuatu. Meski Punggungnya sakit dan memerah ia lakukan hal itu sendiri, karena ia percaya akan ada seseorang yang menyayanginya yang akan merawatnya bila ia jatuh.” Kak Alief menunjuk Seorang petani paruh baya dengan istrinya yang terlihat membawa sebuah clurit.  

‘Aku speechless’ kataku dalam hati.  “Kak Alief nih pandai sekali bikin kata-katanya. Lalu apa yang akan terjadi bila tiba-tiba Pak Petani jatuh terperosok karena kehilangan keseimbangan gara-gara karung pupuknyanya terlalu berat. Sedang Bu Petani berada jauh didepannya alias disuruh duluan sama Pak Petani. Apa Pak Petani tetap tak mengizinkan Bu Petani menolongnya ?” Kak Alief menghembuskan nafasnya, semilir angin lembut menerpa rambutnya sehingga rambutnya yang hitam itu tampak bergoyang mengikuti arah angin membawa. “Haha, harus kah aku jawab? Kau tau cinta kan? Cinta itu saling melengkapi bukan? Tentunya tanpa Pak Petani suruh istrinya untuk menolongnya, Bu Petani akan segera menolongnya. Membantunya berdiri dan meringankan beban Pak Petani dengan ikut membawa karung pupuk itu. Ya Itulah Cinta ukhty. Seperti Kedua bola mata, tanpa salah satunya kau tak akan bisa melihat Matahari terbit dengan sempurna lagi, melihat Pak Petani dan Bu Petani yang saling mencintai itu juga.” Kak Alief tersenyum ke arahku. Aku membalas senyumnya tanpa memandangnya lebih lama. Kuhadapkan wajahku lurus mengagumi indahnya pagi ini. Dan aku berkata “Kau benar kak, Cinta juga seperti Kamera dan Lensa, tanpa lensa Kamera bukanlah apa-apa, ia tak akan bisa mengabadikan semua kenangan indah yang ia jumpai, dan tak akan bisa merekam semua kejadian paling manis dan tak terlupakan, kecuali kamera tuhan yang tak berlensa tetapi bisa merekam semua kejadian paling fatal sekalipun.” Kenapa aku tiba-tiba puitis? Ah biarlah kata-kata ini terlalu spontan muncul dari mulutku. Kak Alief tersenyum lagi dan ini lebih lebar. “Dasar manusia narsis, kamera aja pake dibawa-bawa segala, iya-iya yang punya kamera berlensa hight quality dan hobinya capture moment.” Menyenggolku dengan sangat jail, Kak Alief langsung berlari turun. “Ih, kak Alief tunggu aku.” Aku ikut berlari menuruni tangga menara.

Aku langsung berlari menuju kelasku yang masih lengang hanya ada Latifa duduk dibangku ter-PW nya , dan Iqbal dengan gadget favoritnya. “Assalamu’alaykum” sapa ku. “Ehem, tadi dimasjid sama siapa sih? Ehem” bukannya Iqbal menjawab salam malah mengolokku. “Bal, salam itu wajib dijawab tauk.” Celutuk Latifa “Eh lu juga gak jawab kali tif.” Mereka berdua ribut dan akhirnya “Wa’alaykumusalam” suara mereka berdua terlihat kompak. “Hayo sama siapa tadi kamu ish?” Latifa ikutan Iqbal mengoloku. “Iqbal ih betein, orang cuman sama kak Alief doang , gak macem-macem kok Latifa jadi ikutan gini kan.” Aku manyun menghampiri Latifa dan duduk dibangku keramatku. “Cie, bentar lagi traktiran dong?” Iqbal nyelutuk, Latifa menepuk-nepukan tangannya. “Apasih aku malu, tapi bener tadi aku gak ngapa-ngapain aku tadi cuman suruh isi petisi aja, udah jangan fitnah deh!” “cup-cup-cup pagi pagi gak boleh marah lo cantik.” Latifa semakin menyebalkan. “Iye neng, nanti kalo dilihat sama aa’ Alief jelek” Ingin rasanya melempar papantulis kearah Iqbal. “Yaudah kalo gak percaya.” Aku merundukkan mukaku ke ranselku yang masih ada diatas meja.

***

“Anak-anak siapkan selembar kertas kosong.” Kata bu Yuan. “Buat apa bu?” Tanya Riki. “Kita akan membuat sebuah desain ornament batik yang tidak boleh sama antara satu orang dengan orang lain.” What the Art ! Aku menyukaimu Kesenian. Wajah dongkol teman-temanku terlihat lucu. Aku kira hanya aku yang tersenyum indah. hehe Pelajaran terakhir yang sangat menyenangkan. Aku menggoreskan pensilku dengan lihai nya tapi tiba-tiba . “Assalamu’alaykum.” Kak Alief masuk ke kelasku meminta izin ke Bu Yuan. “Maaf bu, saya minta izin untuk memanggil Aisha sampai jam terkahir usai.” Semula teman-temanku yang repot memandangi kertas kosongnya yang harus diapakan langsung menatap aku. “Cepat Isha, keluar ada hal penting yang harus kamu urus, sudah ada dispensasi.” “Tapi bu....saya belum selesai sedikit lagi ya?” Aku masih santai menarikan jari-jemariku. “Udah sha dipanggil tuh.” Latifa memicingkan matanya, berkedip sebelah. “Bukannya bantu aku melambatkan waktu.” Aku masih menggerutu. “Aisha, ini panggilan!” Bu Yuan memperingatiku. “Baik bu.” Aku membawa kertas penuh coretan imajinasiku yang belum selesai sempurna untuk tugas Ulangan Harianku ke meja Guru dan membawa ransel keluar. Berat hati aku tinggalkan tugas favoritku. Sedang 1 jam lagi Pulang sekolah.

“Sudah siap?” Kata Kak Alief yang masih belum sempat aku ketahui maksudnya. “Sudah.” Aku hanya menjawab sebisa kataku keluar. “Okay, kita berangkat.” Kak Alief menarik tanganku. “Kita mau kemana?” “Sudah ikut saja.” “Berhubungan dengan semua petisimu? Apa aku kau bawa dalam aksi solidaritas, atau ke kedubes?” “Sudahlah ukhty, kau tak perlu khawatir aku tak akan menculikmu. Dan ini belum berhubungan dengan petisi okay?” Kak Alief lagi-lagi melemparkan senyumnya.

Aku duduk lama dalam mobil Jazz Putih milik Kak Alief. Aku bingung dikemanakan sepedah pancalnya tadi? Kemanakah aku akan pergi? Jam tanganku menunjukkan pukul 16.15 wib . 01.15 jam lebih lama dari jam pulang sekolahku. Harusnya aku tetap duduk dibangku keramatku menyelesaikan ulangan ku. “Sha, kenapa bete ya?” Kak Alief melihat muka sebalku yang gak tau mau dibawa kemana? “Sedikit sih, ini aku mau dibawa kemana kak udah hamper petang lo.” Tanyaku, tapi kak Alief tak menjawab dengan sepatah katapun dia memencet tombol music di dvd player mobilnya . Lagu A Thousand Year milik Cristina Perri mengalun.

Setelah sampai . “Kau harus tutup mata dengan ini.Aku akan membawamu merasakan indahnya ciptaan Tuhan lagi.” Kak Alief mulai aneh, Aku menalikan dasinya menutup kedua mataku. “Ukhty jangan buka pintu mobil ya, biar aku yang membukanya, diam jangan bergerak kau nanti bisa terjatuh.” Kak Alief membuka pintu mobilnya dan meraih tanganku untuk dibawanya keluar, dan aku menuruti apa yang dia pinta. “Kak Ini dimana agak dingin nih, anginnya kenceng.” Aku mengelus-elus lenganku bermaksud untuk menghangatkan. Tiba-tiba aku merasakan sebuah Jaket menutupiku, mungkin jaket punya kak Alief. “Kau akan merasa hangat dengan ini, kau tak perlu cemas, sekarang ikuti langkah kakiku ya pelan-pelan.” Kak Alief menggandeng tanganku erat.

Tak Ada gerakan lagi, mungkin ini sudah sampai. Kak Alief membuka sekapan mataku dan berteriak “Taraaaaaaaaa……” “Kak Al….kok…” aku benar-benar tak bisa bergumam apalagi berbicara. “Sunset! Kau menyukainya kan? Aku melihat galerimu penuh dengan Sunset dan Sunrise di instagram,twitter,tumblr dan facebook. Kau bisa bilang kalau aku stalker sekarang. Stalker yang mewujudkan mimpimu. Kau ingat salah satu twitmu yang bertanggal 29 june ‘Mentari senja sangatlah indah, berwarna jingga dan bersiluet hitam, andai aku bisa melihatmu dengan orang yang menyayangiku’ kau ingat kan?” Kak Alief menatap cahaya keemasan itu dengan penuh perasaan. “Iya kak Aku ingat, tapi tak ingat persis kapan tanggal aku buat. Berarti orang yang ada disampingku sekarang?” Aku masih belum bisa percaya . “Iya aku memang menyayangimu Aisha.” Menatapku lembut. “Tapi bagaimana bisa? Apa alasanmu mencintaiku, kita tak pernah becakap seharian seperti hari ini, tidak juga bertemu.” Aku menatap matanya berharap memperoleh jawaban darinya. “Apakah Cinta butuh alasan? Aku mencintaimu tanpa alasan. Bila aku menjawab aku mencintaimu karena kamu cantik maka bila suatu saat kau tak cantik lagi berarti aku tak mencintaimu lagi, Bila aku menjawab aku mencintaimu karena kamu Shalihah, berarti aku juga tak akan mencintaimu lagi bila ke-shalihahanmu menghilang dari dalam dirimu. Dan Bila aku mempunyai alasan untuk mencintaimu berarti aku tidak ikhlas mencintaimu.” Kak Alief men-skak ku dengan jawabannya. Iya membalas tatapan mata tak yakinku, berusaha meyakinkan.

“Kak….Alief…aku..” Ini Sunset terindah dalam hidupku ‘aku juga mencintaimu’ aku berbisik dalam hati. “Sudah kau tak usah menjawabnya sekarang , aku sudah lega mengungkapkan isi hatiku slama ini. Perasaan menggelitik yang terus membayangiku setiap aku berjumpa denganmu sha.” Kak Alief membalikkan badannya, angin malam pantai menyambut kami menambah dinginnya petang hari ini. “Kau mau pulang nggak, ayo masuk mobil sudah malam nanti dicari sama papa mu.” Kak Alief membuyarkan lamunanku. “Oh…iya! Papa, aku belum mengabarinya!” Aku langsung mencari HP ku didalam tas. Dan ketika aku membukanya banyak sms dan panggilan tak terjawab dari papa, ah maafkan aku papa. Aku buru-buru menelfon Papaku mengabarkan kalau aku baik-baik saja dan segera pulang. Dan untungnya Papaku mengerti :) Senja yang indah hari ini yang takkan pernah aku lupakan. Kuenakkan posisiku untuk  memejamkan mataku ditempat duduk mobil Kak Alief menunggu sampai rumah. Sebelum aku menutup mataku, aku masih sempat melihat Kak Alief berkonsentrasi menyetir mobilnya, dia tampak keren. “Selamat Tidur Aisha, mimpi indah ya” Kata Kak Alief akhirnya. Aku hanya membalas dengan senyuman.

***

‘Are you ready for Tomorrow Aisha? Thank’s you  for still here by my side today, I LOVE YOU than you See my Love is.. Aku akan slalu membuatmu tersenyum bahagia Aisha, aku mencintaimu aku percaya kau juga mencintaiku , terlihat dari binar matamu yang kecoklatan itu, meski cinta ini belum terwujud dihari ini , kau tau aku akan segera menjadi pelabuhan cinta terakhirmu nanti, tetaplah terjaga dalam tidurmu hingga hari baru menyambutmu, aku tak akan pernah melukaimu, aku akan terus menjagamu karena aku benar mencintaimu, ingin rasanya aku mengecup keningmu menghantarmu kedalam mimpi indahmu, tetapi aku tau ini belum saatnya hingga suatu saat nanti kita bersatu dalam sebuah cinta, yang berlandaskan cinta kepada-Nya’ Alief.
See you……




Farah Azhaar Nisrina :) 


Kamis, 25 Juli 2013

Ramadhan, Aku Pura-Pura Rindu

Sebuah tulisan yang sangat menyentuh dan membuat admin merenung sangat dalam tentang Ramadhan,. :')

Ramadhan, ternyata selama ini kami cuma pura-pura merindukanmu.

Sejak dua bulan lalu ketika kami panjatkan doa kepada Allah untuk disampaikan kepadamu, kami selalu bilang kami begitu merindukanmu. Ketika itu pula, kami selalu bilang kami tak sabar lagi untuk berjumpa denganmu—takut rasanya, bila ternyata umur ini membuat kami tak punya kesempatan untuk kita saling menyapa, saling mengisi, saling menyemangati. Akhirnya sampai juga hari ini, bahkan sudah separuh Ramadhan kami jalani.

Benar sekali, sukacita kami menyambut kehadiranmu. Apa lagi yang kami tunggu? Maka petasan meledak dan berisik di sana-sini, masjid-masjid kembali hidup, kitab-kitab dibersihkan dari debu yang menyelimutinya entah sejak kapan—Ramadhan lalu barangkali, berbondong-bondong kami berangkat shalat taraweh meski berat sebab perut kami masih dalam keadaan kenyang keterlaluan, pukul tiga acara televisi sudah ramai dengan lawakan-lawakan yang tidak lucu, dan seperti biasa: lagu-lagu religi diperdengarkan di mana-mana.

Inikah juga yang kau harapkan wahai Ramadhan?

Tiap hari kami menghitung lembar-lembar kitab yang telah kami baca, kami tersenyum: sudah banyak, insyaallah targetan kami tercapai. Kami tak terlalu peduli apakah kitab yang bolak-balik kami baca itu kami mengerti atau tidak, apalagi mengamalkannya—kejauhan. Kami sudah sangat puas bila ada yang bertanya ‘sudah berapa lembar yang telah dibaca’ kami bisa menjawab: sudah khatam dua kali. Lalu mereka kagum. Bukankah itu surga?

Tapi itukah sambutan yang sungguh kau harapkan wahai Ramadhan?

Kami melihat agenda harian kami: Senin buka bersama dengan X, Selasa buka bersama dengan Y, Rabu buka bersama dengan Z sekaligus Sahur on The Road, Kamis.. Jumat.. begitu seterusnya. Begitulah cara kami merayakan kedatanganmu. Tarawih bisa dilewat karena sunnah, Shalat malam jangan ditanya, mana sanggup kami menunaikannya. Malam-malam kami habiskan dengan tidur dengan lelap karena lelah, jangan sampai kami kesiangan sahur apalagi ketinggalan acara sahur favorit. Nanti kami dibilang tidak gaul.

Shalat shubuh di Bulan Ramadhan bagi kami adalah ritual penting menuju alam mimpi. Ya, kami tidur lagi karena tidur di Bulan Ramadhan adalah ibadah.

Puasa kami tak pernah bolong barang sehari, sebagaimana lisan kami yang tak pernah lupa jadwal amalan gibahnya. Kami begitu kuat menahan lapar, dahaga, berahi, sebagaimana kami begitu kuat menahan harta yang ada di dompet kami—tak ada yang boleh menyentuhnya sebab akan kami gunakan untuk lebaran mahameriah kami. Sesekali kami ingat ucapan penyair itu: ‘kau akan menjadi milik hartamu jika kau menahannya, dan jika kau menafkahkannya maka harta itu menjadi milikmu.’ Tapi siapa peduli. Lebaran tetaplah lebaran, merayakannya dengan kesederhanaan tak boleh jadi pilihan.

Seperti itukah perlakuan yang ingin kau dapatkan wahai Ramadhan?

Kelak ketika Ramadhan berakhir, kami—dengan mengendarai mobil pribadi kami—akan berkeliling mengunjungi saudara dan kerabat, bermaaf-maafan atau sekadar mencicip kue. Kami tentu senang, bahagia, karena katanya kami menang.

Ah, Ramadhan.

Entahlah, kami tak mengerti: barangkali kami memang cuma pura-pura merindukanmu.

Sumber >> azharologia.com



Jumat, 19 Juli 2013

Cara Melihat Tweet Pertama


nih, saya punya trik kecil twitter-an. biasanya kalo udal lama twitter-an suka pengen nostalgiaan. tapi kalo liat satu-satu lewat twitter langsung kan ga mungkin. twitt kita udah beribu-ribu keburu meler tuh mata. hehehe
ada satu tips yang unik yang saya dapatkan dari blogger lain. yaitu dengan
 snap bird


snapbird ini selain bisa liat-liat tweet sendiri, juga bisa liat tweet orang lain, history mentionan kita sama orang lain atau orang lain dengan orang lain, DM yang kita kirim dan yang kita terima.
caranya :

1. Pergi ke SnapBird
2. Klik pada AUTHENTICATE WITH TWITTER dan klik padaAllow di layer selanjutnya. (anda mungkin harus memasukkan informasi login pada proses ini)
3. Sekarang kembali ke aplikasi, pilih satu opsi dari menu pencari. Anda memiliki opsi untuk mencari teman timeline/favorites anda, tweet menganalisa anda, dan DMs (Kirim dan terima) anda dengan kata kunci yang spesifik (melengkapi anda dengan kata kunci pada For fiel
d).
4. Tekan Find it! Untuk menjalankannya.
5. Ketika anda selesai, jangan lupa untuk logout dari akun anda dengan mengklik tombol Logout yang ada pada bagian bawahdari layar.
nah selamat tertawa melihat twitt-twitt anda.

Jumat, 05 Juli 2013

The Journey From Jogja

Kumandang adzan subuh menggema ditemani nyanyian ayam jantan, pertanda hari baru telah dimulai. Namun hari ini bukanlah hari yang biasa yang aku lalui, aku harus rela bangun pagi, mandi dengan air yang dingin dan bergegas mengecek kelengkapan barang bawaanku. For What? Okay...Okay Today Iam going to Travel at Jogja for 3 days :) hwehehe gaya

Seusai melaksanakan kewajiban shalat subuh aku berangkat menuju meeting point , tepatnya di Sekolah ku Tercinta :) liburan 3 minggu mubadzir dong kalo ga dimanfaatin liburan bareng temen-temen :3 hehe okay hampir kira-kira 1 jam menunggu temen2 yang lain akhirnya kami berangkat

SELAMAT DATANG DI YOGYAKARTA ~ tulisan itu terpampang nyata besar banget  dan Motto Jogja Bersinar ada dimana-mana hehe itu pertanda aku sudah mulai masuk daerah Jawa Tengah , dan tepatnya aku berada di Djogjakarta...

DAY 1  at 
Museum Dirgantara jalan Taman Siswa, Jogjakarta.

Hal pertama yang membuatku terkagum-kagum dengan ini . Aku disambut oleh beberapa pesawat tempur dan pesawat angkut yang dipajang dihalaman museum. Salah satu yang terbaru di museum ini adalah pesawat tempur tipe A4-E Skyhawk yang dipajang didepan museum.

Memasuki gedung museum aku lagi2 juga disambut oleh 4 patuh tokoh perintis TNI-AU diantaranya adalah Marsekal Muda Anumerta Agustinus Adisutjipto, Marsekal Muda Anumerta Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Marsekal Muda Anumerta Abdul Halim Perdanakusuma, dan Marsekal Muda Anumerta Iswahjudi.

dan pada ruang selanjutnya aku dikenalkan pada sejarah awal pembentukan angkatan udara di Indonesia. Di Ruang Kronologi I aku melihat foto dan informasi yang berhubungan dengan pembentukan angkatan udara Indonesia, semisal 'Penerbangan Pertama Pesawat Merah Putih' pada 27 Oktober 1945 . Diruang ini juga dipamerkan berbagai peralatan radio  dan foto penumpasan  berbagai pemberontakan di tanah air masih inget gak pelajaran SEJARAH semester 2 kelas 11 ? hihi yup Pemberontakan DI/TII, Penumpasan G 30 S PKI , serta operasi seroja. Pada Ruang selanjutnya dipajang berbagai pakaian Dinas yang dikenakan oleh para personel TNI-AU, meliputi pakaian tempur , pakaian dinas sehari-hari dan juga pakaian untuk tugas penerbangan.

Rasa Kagumku masih berkelanjutan, welcome to Ruang Alutsista atau kepanjangannya Alat Utama Sistem Senjata yang digunakan oleh TNI-AU . Di ruang ini ada pesawat tempur dan pesawat angkut, model mesin-mesin pesawat, radar pemantau wilayah udara, serta senjata jarak jauh atau yang disebut rudal. Koleksi pesawatnya mencapai puluhan, ada diantaranya buatan AS,Eropa hingga buatan dalam negri.

Ahh kebanyakan cerita, pantes kali kalo aku jadi Guide....hihi :D ya pokoknya masi banyak lagi deh ~

okey foto-2nya aja deh ya :)

kbnyakan sih foto temen-2 haha :) dan kalo aku yang pake kerudung cokelat berkacamata *kumat narsis nyah :P* padahal banyak juga fotoku hihi








okey sudah ya liat foto-foto GJ nya... hehe :)


Lalu aku melanjutkan perjalananku menuju Hotel Respati Kasih sebagai tempat peristirahatan sementara yang telah disiapkan oleh pihak Tour and Travel  :) alamatnya at Jl.Taman Siswa lurus terus belok di gang pertama tinggal jalan sedikit...sampai deh...hehehe Okay Hotel nomor 16 siap dihuni ..~ aku beristirahat sejenak melepas lelah selama perjalanan sembari shalat maghrib, karena sampainya juga maghrib kalau dhuhur sm ashar aku jama' di salah satu masjid di Klaten 'kalo ndak salah' dan lupa namanya. :)

NIGHT IS WONDERFULL LIGHT WITHOUT SHINE STARS

Selepas Maghrib berjamaah sama temen-temen di Mushola Hotel, aku menikmati sajian makan malam yang lumayan , ayam goreng w/ sambel terasi yang super duper pedes~ haha. Canda dan Tawa mengiringi malam itu ditemani a cup of Tea dan Papan Skak... but I think i don't taste the Tea and didn't play the Chess I'm on My Bed :D

"Setelah Maghrib semuanya siap-siap ya, kita lanjutkan ke Monumen Jogja Kembali" -Kata Pak Ir dengan On Time nya :)
Semua bergegas dengan dandanannya masing-masing dan aku hanya memakai blazer army yang dipadukan dengan gamis motif bunga kecil-kecil dan kerudung paris balutan warna biru dengan kacamataku yang membingkai wajah imutku *eh :D



Taraaaa.......... sampailah kita at TAMAN PELANGI
Look like BNS , guys sumpe~
dan ini berada sama di Monumen Jogja Kembali - taman wisata malam


AFTER ENTER THE PURI HANTU terlalu gila didalam hehehe :)
And After that aku dan teman-temanku pulang ke Hotel Lagi....Beristirahat ngumpulin nyawa yang hilang....dan Mimpi Indah...

First SUREPRIZE AT MIDNIGHT on Jogja ~

"happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday .. happy birthday .. happy birthday to youuu...."  *dengan keadaan lampu mati...*
antara alam mimpi dan alam nyata masi 50:50 karena aku belum bisa tidur sejak pulang dari TP , karena AC nya berbunyi, ketokan pintu gak berhenti, dan temanku semua ramai diluar..hmm...dan ketika aku mulai bisa tidur.... Lampu kamar mati, dan Tiba-tiba semua teman-teman sekelasku masuk ke dalam kamar membawa snack tadi siang ditumpuk membentuk menara dan sebagai lilin adalah stick balado, HandyCam pun siap merekam kejadian tragis malam itu yang membunuh tidurku, hahaha :D wajahku penuh dengan bedak gilaaak.. aku tak tampak dalam foto ini karena aku berada dibawah selimut..... dan mereka terlalu semangat...,
padahal malamnya aku masih GJ-GJ an sama Chila, Anggun, Nadia, Dian, Minimis (Ikhza) sama Julio dan aku fikir bakal lupa sama hari ultahku tapi enggak sih sm minimis ~.~ dari kelas 1 dia selalu jadi Reminder,,, huaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ , but Thank's you ma Friend buat SurePrize nya dan aku malah nggaring-nggaringne,,, hahaha :D sory soalnya aku gak pernah ngrayain ultah juga sih, baru kali ini dan kalian yg membuatnya huhuhu Indahnya kebersamaan bersama mereka :') *terharu *hug and kiss satu-satu :* *hahaha
Okay....kemudian semua bubar dan aku masi gelut sama HP karena ada sms dari nya tapi dia malah memarahiku...........yasudahlah *lupakan* 




DAY 2, LET'S get Wonderfull EXPERIENCE :)

Adzan Subuh berkumandang, menggelar diantara sepinya pagi di Jogja dan membangunkanku untuk segera bergegas shalat di Mushola dan mulai beraktivitas.... Segera saja aku mengambil air Wudhu ku dan menyambar mukena unguku membangunkan semua yang masih malas-malasan ti kasur terutama Nadia karena dia yang lagi gak halangan, 'Kreteeekk' aku buka pintu kamar ku, Sepi senyap diluar gak ada yang simpang siur kaya tadi malam, kecuali seorang bapak. Aku dan Nadia berjalan keluar aku kira di Mushola uda rame, eh ternyata gak ada seorang pun, dan akhirnya Aku shalat dan diimami sama Nadia karena dia yang lebih tua dari aku :D hehehe,
Selepas shalat terlihat Chila didepan kamarnya uda bangun karena kedinginan, dan Lutry dengan baju barongnya :) dan disusul semua yang terjaga bangun....
selepas shalat Subuh 2 rakaat aku bergegas mandi dan beres-beres karena hari ke-2 pindah ke hotel yang lain :)
Dan tiba-tiba Pak Irwanto guru pembinaku memberitahukan bahwa makanan sudah siap... Yups, It's Time to Breakfast ! with NASI GORENG :D

Kemudian Perjalanan dilanjutkan ....
Objek Pertama adalah KALIURANG , tapi teman-teman pada penasaran sama Gunung Merapi dan Alhamdulillah karena status siaga gak jadi maka kita diperbolehkan Kesana.... 

Gunung Merapi memiliki ketinggian puncak 2.968 m dpl ini adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten SlemanDaerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004. Jalan Menanjak dan udara yang sejuk disuguhkan oleh lereng merapi, kawasan yang sudah tak berpenghuni menjadikan sedikit horor hihihi disini juga kita bisa melihat bekas-bekas letusan gunung Merapi yang masih ada sampai saat ini, hanya dengan menyewa Jeep Rp. 250000 + guide (kalo lebih dari 2 orang) uda bisa menjelajah lereng merapi dan dapet pengalaman extreme Off Road, recomended banget :D

Time to OFF ROAD \m/
setelah menunggu beberapa jam dan basah-basah karena Hujan akhirnya Jeep nya datang....


Ohh It's Me Before Climb the hill of Sand ~





Okay Time To Off Road..... diawal perjalanan kita akan melewati jembatan yang lebar yang dibawahnya adalah Sungai Kuning, lihat para penambang pasir mulai beraksi untuk memenuhi nafkah keluarga :)


yippy lihat, ini ...adalah rute awal perjalanan ku, bukit yang berpasir dan berpatu.... How Beautifull it is ! Sejauh mata memandang banyak pepohonan hijau yang terbentang, udara sejuk dan jauh dari polusi , dan ini membuat nyali akan tertantang , I want to try again ^^

Ditengah perjalanan kita diturunkan, eh bukan diturunkan juga sih....kita di hentikan di salah satu rumah korban merapi , yang masi berdiri meski puing-puing dan seisi rumahnya gosong... like a Museum hahaha dan ini memang Museum Sisa Hartaku , Look at that ada Bones atau Tulang hewan peliharaan warga setempat , sapi. Begitu ganas lava yang mematikannya.




sampai juga di basecamp ~ foto dulu sama Mas yang punya Jeep, yang nyetirin sampe situ hanya buat menikmati indahnya pemandangan Alam Merapi :)


and than Narsis dulu sama My Teacher, Pak Irwanto and Dian yohoooo...~


this is Me with Rangkaian Edelweis , How Beautiful ;) like me...hahaha no no no

sepulangnya dari Merapi, aku dan teman-temanku pergi ke gembiraloka.... banyak banget foto2nya,, dokumen pribadi aja dulu ya...hehehe :)
dan setelah itu kami pulang ke Hotel baru Andika Putera sebelumnya kami makan dirumah makan Ayam Bu Tini.... delicious :D nyam..nyam...
Dan Malamnya Time To Shopping to Malioboro, But Me, Dian and Nadia gak ke Malioboro kita nyewa becak dengan ongkos Rp.5000  keliling ke pusat oleh-oleh lain...dan membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta :)  suasana BNI malam.....syahdu ya kayak di FTV gitu *eh



DAY 3
  ~ HARD TO SAY GOODBYE
subuh bangun-ontime-berangkat lagi ke parangtritis :) 
Breakfast sama ayam bakar...... hehehe enak lah pokonya

ini Kiky, Aku, sama Nadia :) hihi

ini aku sama Dian :)



hehe sudah ya....
perjalanan dilanjutkan ke Candi Prambanan :)

Candi Prambanan atau Candi Rara (Roro) Jonggrang (candi seribu) adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini terletak di Jl. Solo Km 16 Purwo Martani Kalasan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, 55282 . 
Begitu Awesomenya aku ketika melihat candi Prambanan ini, , , banyak wisatawan asing dan tempatnya indah, meski ada beberapa candi yang masih direnovasi... :) 

kiky, dian and me :)

ini ada wisatawan yang ikut narsis sama aku, hehehe :D lucu~
sehabis dari sini aku dan teman-temanku pergi ke Djava shopping oleh-oleh 'Bakpia' khas Jogja,
dan kita melanjutkan ke Solo dan akhirnya sampai Trenggalek jam 10 Malam.... hmm 

Day 3 itu hari terakhir aku di DJOGJA rasanya sekarang pengen balik lagi kesana :) awesome,, hard to forget it :) bye.... selamat jumpa di trip ku selanjutnya.... Happy Vacation guys :D baibai...Hmm, what a wonderfull day :*


Kamis, 04 Juli 2013

Akan Selalu ada orang2 yang Peduli

Akan selalu ada orang2 yang tidak menghargai apa yang telah kita lakukan untuknya.

Juga akan selalu ada orang2 yang tidak peduli apa yang telah kita kerjakan untuknya.

Pun akan selalu ada orang2 yang merendahkan, dan menjelek2an atas apa yang telah kita berikan. Tidak memperhatikan kita, tidak mendukung kita, bahkan tidak menyukai kita meski dia sebenarnya juga tidak kenal, tidak paham.

Tapi sesungguhnya, di luar sana, juga jelas sekali akan selalu ada orang2 yang peduli dengan kita, bisa menerima kesalahan yang kita lakukan, bisa mendukung, memperhatikan, terus memberikan semangat.

Maka, fokuslah pada orang2 yang peduli ini.

*Tere Lije



Rabu, 03 Juli 2013

UNTUK SESEORANG


Ya Allah...
Jika dia bukan jadi milikku
Relakan hati ini tuk melepaskan cintaku

Ya Robbi...
Jika dia bukan yang terbaik bagiku
Beri aku pengganti yang tulus mencintaiku

Ya Tuhan...
Jika dia bukan jodohku
Kirimkan aku imam yang terbaik untukku

Ya Illahi...
Jika dia tercipta bukan tuk hidupku
Ikhlaskanku tuk menerima dengan kelapangan dadaku