Sabtu, 23 Agustus 2014

Suatu Hari Nanti

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.
Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati,yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya.
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat.
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.
Suatu waktu nanti akan ada seseorang yang datang,dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,yang akan kalian jadikan prioritas, bukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.
Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang,yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya,yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang,yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu. Tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

#fa ~kujagabulanbersinaruntukmu

Sabtu, 14 Juni 2014

Rindu Tanpa Jeda

masih ,
rinduku masih pada kunci-kunci minor
masih,
rinduku masih serupa senja pada langit sore
masih,
rinduku masih pada getar yang sama
masih,
rinduku masih bergelayut tak mau pergi dan bahkan semakin mendayu
selamat pagi sayang,  
rindu ini tertuju lagi padamu
pada anak manusia yang tiba-tiba aku sukai, kamu, Tuan.
seperti menemukan radar dan kadar hati yang sama ketika aku bertemu denganmu pertama kali
meski bertemu denganmu adalah hal paling aku sukai tapi sepertinya jarak dan waktu  selalu sepakat untuk memisahkan lebih lama dan lebih jauh lagi
ah.....aku tak mau membuat rindu ini semakin memilukan, sayang.
telah banyak yang menulisnya dan kau tau itu
aku ingin membuat rindu ini menjadi rindu yang bahagia tanpa gengsi, 
aku selalu suka membuat pengakuan bahwa rindu yang kutujukan padamu adalah rindu tanpa jeda
dan kau juga kan? kita adalah dua insan yang sama-sama paling tak kuat perihal menahan rindu,dan aku tau itu.
tapi hebatnya kita selalu kuat bertahan dalam rindu, tidak malah menyerah begitu saja
buktinya ketika rindu selalu tak datang tepat waktu kita selalu bisa mengatasinya entah dengan cara menulis, melukis atau sekedar mengirim pesan singkat 'aku rindu kamu'
tapi masalahnya rindu enggan untuk pergi dan ah....
lagi - lagi rindu menawarkan nada-nada mellow nada paling memilukan sedunia
rindu yang kupunya adalah rindu yang terlalu untuk kamu yang kuharap takkan pernah berlalu :''



author : Fa ~

Penyuka Hujan dan Penyuka Senja



Penyuka Hujan dan Penyuka Senja

Namanya Naura Aisha Qanita, sering dipanggil Naura, dia adalah gadis penyuka senja. Setiap hari dilaluinya tanpa seharipun ia melewatkan melukiskan senja pada bait puisinya. Dia penggila puisi juga. Sore ini dia duduk bersantai dengan laptop kesayangan dan notes kecil diatas rumah pohon yang dibuatnya dengan Ayahnya. “fuhhh……andai aku punya teman yang juga menyukai senja” gumamnya sambil mengelus-elus layar laptopnya. Dia memang selalu sendiri tak banyak sahabat yang dia punya, tapi menurutnya Ayahnya adalah sahabat terbaiknya. Naura selalu mengeja-eja kata dan diksi untuk menjelaskan betapa cantiknya matahari senja yang tampak didepan matanya itu. Sinar keemasan membuatnya selalu takjub. “Subhanallah, Masyaallah indah nian ciptaanmu, Tuhan. Tak pernah sedikitpun aku tak menyukainya.” Senyum manis Naura terlukis indah kala itu. Semanis Senja.

          “Sudah hampir maghrib, pulang yuk.” Naura suka sekali monolog dengan laptop dan notesnya. Dia membereskan dan memasukkan laptop nya kedalam ranselnya. Sebelum dia beranjak turun, dia menuliskan notes ‘apapun warnamu esok, senja tetaplah akan menjadi cintaku yang pertama’ lalu dia menempelkan kertas mungil itu kedinding rumah pohonnya.

          ‘Kukuruyuuuuuukk………’ suara ayam jago kesayangan Ayah Naura membangunkannya. “Jam berapa sih ini, tumben sudah berkokok?” Naura melihat jam dindingnya sambil mengucek matanya. “Pukul 3.45 AM, belum subuh. Tahajud dulu deh.” Naura turun dari kasurnya dan segera mengambil air wudhu. Naura begitu khusyu’, dia selalu begitu jika telah berhadapan dengan Tuhannya. Sepertinya keyakinannya terus ter-charger dengan sendirinya. 

          ‘Tok…Tok…’ “Iya, Yah, sebentar masih rapiin buku.” Naura hafal itu pasti ayahnya yang menyuruhnya segera bergegas berangkat ke sekolah. Ayah selalu mengantarnya ke sekolah karena arah sekolah Naura dan kantornya searah. 

          Naura masuk kedalam mobil putih, warna yang cukup elegant pilihan Naura untuk sebuah mobil sedan sport. “Yah, kenapa aku terlahir menjadi seorang penyuka senja ya? Apa ayah sama bunda dulu juga suka sama senja?” Tanya Naura iseng. “Iya, banyak kenangan antara bunda sama ayah dulu.” Ayah Naura tersenyum. “Iyakah yah, ada?” Naura tiba-tiba mendadak serius mendengar penuturan ayahnya. “Iya, dulu Ayah menyukai Hujan tapi Bundamu menyukai senja, kita berdua pernah sama-sama bertemu dalam kesempatan yang tak terduga sayang.” Ayah Naura mem-flashback ingatannya pada 21 tahun silam. “Maksud ayah? Bertemu dimana? Kapan Ayah bertemu sama Bunda? Ceritain dong yah.” Bujuk Naura dengan segala penasarannya. “Nanti.” Ayah Naura mengembangkan senyumnya lalu mengelus lembut jilbab putihnya. “Yaah…bete ah, sekarang dong yah.” Naura pura-pura cemberut. “hahaha…tuh didepan kan SMA kamu, jadi saatnya sekolah dong,” Ayahnya suka sekali menggodanya “Tuhkan ayah gitu,” Naura semakin cemberut. “Jangan cemberut gitu dong, mana senyumnya? Nanti kalo dilihat temen-temenmu jelek lo, apalagi temanmu yang spesial. Ayah janji deh nanti kalo sudah pulang Ayah akan ceritain panjang lebar sama kamu. Janji.” Ayah Naura menyodorkan kelingkingnya kedepan Naura. Naura langsung menyambar dengan mengaitkan kelingkingnya ke kelingking ayahnya. “Oke yah, nanti Naura bakal tagih janji Ayah. Dah…ayah, Assalamu’alaikum.” Naura mencium tangan Ayahnya. “Belajar yang rajin ya sayang.” Ayahnya mengecup kening Naura dengan kasih sayang yang luar biasa kepada malaikat kecilnya yang sekarang tlah beranjak dewasa itu. Wajah Naura yang cantik, polos, dan kadang membuatnya gemas selalu mengingatkannya kepada sosok Istri yang sangat ia cintai. Bunda Naura persis seperti Naura, cantik dan manis. Tapi Naura belum pernah memandang wajah bundanya semenjak dia lahir hanya mungkin dia bisa melihat foto bundanya disebuah figura dan album foto milik ayah. Bundanya meninggal setengah jam setelah melahirkan dan melihat wajah mungil malaikat kecilnya itu. Nyawanya tak tertolong. Pendarahan hebat. Rahimnya terlalu lemah untuk proses melahirkan secara normal.  “Andai kau sekarang disini, Nina,” gumam Ayah Naura sembari mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. “Aku merindukanmu.” Sepertinya Ayah Naura merindukan tambatan hatinya.

          Seperti biasa setiap sore Naura selalu berada diatas rumah pohon. Bersama laptop dan notes mungilnya. “Naura……kamu diatas?” teriak ayahnya dari bawah. “Iya yah, aku disini.” Sambil melambaikan tangan kearah ayahnya yang dipandang sore ini lebih keren dari biasanya, dengan kacamata yang masih setia membingkai wajah manis ayahnya dan mengenakan baju polo warna ungu favorit. “Oke, ayah kesitu.” Ayahnya langsung menaiki anak tangga menuju rumah pohon.
         
           “Ayah ganteng sekali sore ini, jangan-jangan habis hunting bunda baru ya buat Naura?” Naura menyentil gaya Ayahnya yang masih terlihat seperti anak muda itu. Ayahnya kaget gelagapan. “Sayang, nggak akan ada yang bisa gantiin rasa sayangnya ayah ke bunda dan kamu. Kalian berdua adalah sayangnya ayah didunia sampai syurga. Bunda dulu adalah harta ayah yang sangat ayah sayang yang diamanahkan Tuhan, dan ternyata Tuhan lebih sayang sama bundamu, dan Ia menggantikan bunda denganmu Naura, untuk Ayah sayang dan jaga.” Ayah menatap wajah Naura dengan tatapan penuh kasih sayang dan langsung memeluk anak satu-satunya itu. “Ayah, maafin Naura ya udah bilang gitu ke ayah tadi. Naura nyesel deh. Ayah kan jadi mellow banget.” Naura menatap mata Ayahnya yang menahan airmata sedari tadi. 

         “Naura, dulu Ayah bertemu bundamu disuatu tempat yang sangat ramai. Tapi entah kenapa Ayah melihat satu cahaya diantara ratusan orang yang berramai-ramai itu. Dan itu bundamu, Namanya Nina. Nina kecil yang selalu ceria, ramah dan penuh dengan aura kebahagiaan ketika berada didekatnya membuat ayah merasa nyaman ketika hanya sekadar berbalas ‘hay’ dan mengobrol denganya sebentar. Ayah seperti menemukan separuh hati Ayah. Bundamu juga seseorang yang sangat memperhatikan sekaligus mengerti ayah, bagaimanapun kondisi ayah dulu. Bundamu juga adalah seseorang yang sederhana tapi cukup menawan menurut ayah. Selalu mengusahakan apa-apa yang terbaik untuk kita berdua. Itu yang membuat ayah sangat menyayanginya. Meski pautan usia kita cukup jauh, tapi hati ayah selalu tertuju pada cahaya itu. Ayah pernah mengajaknya bermain ombak dipantai tapi Ayah rasa bundamu lebih menyukai senja. Sama denganmu, lalu Ayah memutuskan untuk menunggu pantai dengannya sampai senja muncul dengan binarnya. Dan ketika senja sedang memerah, bundamu langsung takjub dan tersenyum bahagia. Ayah masih ingat betul ekspresi wajah bundamu saat itu. Bunda seperti kamu ketika melihat senja, merasakan setiap detik yang sangat berharga itu sebelum akhirnya langit berubah menjadi gelap. Dan ternyata ketika itu belum sampai tenggelam, hujan turun dengan derasnya, ganti Ayah yang selalu menjadi penyuka hujan, ‘pluviophile’ kata Bundamu, seseorang yang sangat mencintai hujan dan merasa damai seiring hujan yang turun.” Rindu semakin menyesakkan ruang batin Ayah.
           
            “Ayah suka hujan dan Bunda suka senja. Ah...romantisnya cerita ayah. Aku harus menulisnya. Em.. Mungkin aku sekarang juga bertemu dengan penyuka hujan yah. Meski tidak sama persis seperti Ayah.”  Mata Naura berbinar-binar. “Iyakah sayang? Siapa?” Ayah Naura menyelidik. “sepertinya juga aku menyukainya yah dan mungkin jika bunda lihat, bunda akan menyukai penyuka hujan seperti dia,” Melemparkan senyum ke arah Ayah dan kemudian merapikan rambut yang keluar dr jilbabnya. 
           
           “Jujur sama ayah, namanya siapa? Kalau dilihat dari kacamata ayah nih penyuka hujanmu akan jatuh hati pada penyuka senja juga akhirnya, tapi kamu harus ingat jangan berlebihan ya?” Ayah mengelus-elus kepala Naura yang sesekali bayangan Istrinya muncul dalam benaknya. “ah……aku harap juga begitu yah, dipenghujung senja ini, dalam hati kita masing-masing pasti sedang merasakan rindu yang sama ya yah. Ayah pada  si penyuka senja dan aku pada si penyuka hujan tapi aku juga merindukan penyuka senjamu yah. Semoga rinduku dan rindumu berbalas ya yah.” Naura mulai mellow dan menyandarkan kepalanya kebahu ayahnya. “Naura sayang, semoga rindu kita tidak berlebihan ya, yang menyebabkan Tuhan iri kepada kita. Bingkai rindu itu dengan doa, dekatkan dan serahkan pada Tuhan saja, Ayah jadi sangat rindu sama bunda,” ujar Ayah sambil sesekali menyeka airmata. “Iya yah, aku juga merindukan bunda sekarang, meski aku sama sekali belum pernah bertemu dengannya, tapi hangat tatapan senja sore ini seperti  bunda. Aku ingin memeluk senja yah, aku rindu,” Naura meneteskan air matanya. “Mungkin kau bisa mewakilkan dengan memeluk penyuka hujan yang pernah mendapatkan penyuka senja disampingmu saat ini nak,” Naura langsung memeluk Ayahnya dan berkata “Ayah aku mencintai ayah, seperti Bunda mencintai ayah dulu, cintai aku juga ya yah. Aku sayang ayah,” “Ayah juga sangat mencintaimu nak, tumbuhlah menjadi mujahidah luarbiasa ya buat ayah,” Dalam dekap Ayah, Naura mengangguk, mengiyakan harapan Ayahnya padanya. 
          
                  Senja sore itu seolah menjadi Senja yang penuh dengan harapan manis pun juga kenangan Ayah pada masa lalunya. Rintik kecil yang kemudian hujanpun turun dikeramahan senja, kerinduan Ayah pada Nina Istrinya pun mengembang. 

             Ayah terus mengeja kata dan doa dalam hatinya . ‘semoga seiring rintik hujan yang berjatuhan ini bersama dengan malaikat kecil kita, rindu ini bisa tersampaikan lurus dan tulus padamu disana. Aku masih menyayangimu sayang, tapi aku bisa apa? aku masih berusaha mengikhlaskanmu pergi. seluruh ragamu tak bisa kupeluk lagi ketika rindu ini pecah dan mendayu, tapi cukup dengan memeluk malaikat yang telah kau lahirkan dengan penuh perjuanganmu, aku merasakan hadirmu disisi, Nina … Aku merindukanmu lagi, aku terlalu payah menahannya, Saat ini kau pasti sedang menatap kita, dengan senyuman khasmu yang pernah menawan hatiku secepat kilat. Aku berjanji padamu akan mendidik putri kita menjadi seorang Mujahidah yang selalu membanggakan dan membahagiakan semua orang, termasuk kakek dan neneknya juga. Akan selalu kurawat dan kujaga ia, aku berjanji padamu. Aku mencintaimu lagi. Tuhan, sampaikan salam rindu, sayang, dan cintaku padanya.’   

            “Ayah, Ayah jangan nangis dong yah, kan Naura ada disini, ayah nggak perlu merasa sendirian lagi, aku akan selalu sama Ayah kok. Menjadi malaikat ayah selalu.” Naura memamerkan senyum lebarnya yang cukup serasi dengan wajahnya. “Iya sayang, pasti. Ayo kita pulang mumpung hujannya sudah agak mereda, kan hampir maghrib juga, Jama’ah yuk!” Ajak Ayahnya dengan perasaan yang tlah utuh kembali. “Ayuk…deh yah, siap bos!” Naura mendekatkan telapak tanganya ke dahinya.

               Memang, senja selalu menawarkan romansa sendu, tapi senja selalu bisa menawarkan hangat bahagia ketika bisa benar-benar merasakannya pada akhirnya. :')




Author : Fa.
sorry about for all mistakes ;) hope guys enjoyed atau malah nyesek? hehehe forgive me ^_^


Jumat, 30 Mei 2014

Ada yang Bilang Ganteng Lagi

sekitar pukul setengah 2 an ini tadi biasa namanya sahabat dari kecil sampek ultah aja selisih 2 hari :D
*lalalalalala* (baca:nada handphone) :D

I : Assalamu'alaikum
F : wa'alaikumsalam mas I, ada apa?
I : kemarin aku abis telfon2an sma N smpe jam 12 malem, berhentinya gara2 pulsa gue habis hahaha gue seneng banget
F : ihh....gitu aja seneng :P
I : yee apaan, gue punya cerita nih
F : cerita? sok atuh cerita
I : hahaha kemaren gue Tanya ke N , tau d'essential voice gak?
F : trus..trus...
I : dia bilang, Iya tau. trus gue bilang lagi, menurutmu gimana?....si N bilang 'keren banget itu, bagus, tahun lalu pernah ngisi, lalunya juga'
F : nahkan..gue bilang juga apa d'ev itu kece mas I , udahlah akui saja
I : eitss....tapi ini belom klimaks..
F : trus klimaksnya apaan?
I : aku bilang ke N 'trus F biasanya jadi apaan?' 'ya biasanya jadi pengawal pribadi hahaha''ohh gitu..ada yang paling keren nggak di d'ev?' nahh abis itu si N jawab 'ada lah yang pake kacamata menurutku' 'siapa N namanya? Mas B?' 'em....iya namanya mas B, dia ganteng lho' 'eh N , si Mas B ganteng beneran ya?' 'iya ganteng' 'nahloo...tak bilangin ke F lo' 'lha kok ke F?' 'hahaha belom tau? mereka lagi deket'
F : ngiiiiiiiikkkk -____- kampret lu bilang2 awas lu pulang
I : gue terusin lagi deh... 'lhoh, jangan bilang tadi ya yang ganteng-ganteng tadi ya ke dia, malu dan kenapa gak bilang dari dulu sih?' 'hahaha biarin lah'  . Oke F , ada respon?
F : beneran kalo pulang gue masak lu mas I, gue maluuuu sama mbak N -_- sebeeeel
I : yeeeee, kata lu boleh bilangin
F : nggak boleh mas I
I : boleh
F : enggak >,< ahh terlanjur udahan... mas I gue jujur ya, gue cemburu -___- eh engga ding eh gimana ya, nggak jadi, ini uda kali ke sekian denger perempuan bilang dia ganteng lu nggak mau nambahin-__-
I : hahaha he monkey, katanya gue kalah ganteng N itu bilang , mana gue belum tau wujud mas B sampek dibanding2in sama orang yang belom gue kenal.
F : iyalah lebih ganteng 100x lipat :P
I : yauda gue ngambek sama lo . Ntar gue telfon lagi kalo inget sama lu mon
F : bodo !
I : wassalamu'alaikum
F : wa'alaikumsalam

begitulah percakapan dua tetangga....yang sedang bergalau dengan jarak yang cukup jauh, yang I bingung menyatakan cinta  ke N dengan cara nyepik dan yang F bingung dengan rasa sayangnya yang berlebih ......hahaha .

sekian :)

Selasa, 13 Mei 2014

Aku Selalu Ingin Pastikan Kau Baik-Baik Saja


Assalamu’alaikum cinta…..

Aku harap kabar mu selalu baik disana, selalu selalu dan selalu.. aku gak mau lihat kamu sakit lagi, aku pengen lihat kamu yang selalu ceria dan selalu bersahabat dengan senyumnya setiap kali membuka mata untuk memulai hari baru. Hei, setiap kali aku mengingatmu aku selalu jatuh cinta tidak tau kenapa rasanya aku seperti melayang-layang diudara dengan jutaan kupu-kupu warna-warni. Setiap hari rasa itu selalu bertambah, entahlah aku seperti sedang merasakan rasa yang tidak ada matinya, yang selalu aku harapkan keabadiannya. Rasa yang selalu berpusat dikamu. Aku menyayangimu. Ingat banyaknya kata itu yang selalu kuucapkan padamu? Berapa banyaknya? Bisakah kau hitung? Hahaha tidak usah kau ingat-ingat terlalu banyak dan terlalu sering aku ucapkan. Sebenarnya aku takut jika kamu merasa bosan karena itu .. hmmh .. maafkan aku. Maafkan aku jika telah membuatmu bosan dan menunggu. Aku harap kau masih dengan perasaan yang sama denganku. Searah dan sejalan. Jika memang akhirnya tidak? Siapalah yang aku harus salahkan? Tidak, tidakkan ada. Ini bagian dari scenario tuhan juga kan? Kita dipertemukan dengan cara yang baik, semoga dipisahkan dengan cara yang baik juga. Hanya saja aku kan sangat merasakan kehilanganmu. Seseorang yang sangat berarti dihidupku. Seseorang yang selalu bisa buatku nyaman. Seseorang yang selalu bisa buatku tersenyum meski dunia benar-benar mengutukku menjadi makhluk pemurung sekalipun. Seseorang yang selalu menjagaku dari jauh dengan do’a2 nya. Aku benar-benar menyukaimu, menyukai segala caramu mencintaiku. Mencintaimu, mencintai segala kelebihan dan kekuranganmu. Meski raga kita berjauhan aku selalu inginkan kau jaga-jaga baik-baik separuh hati yang aku titipkan padamu. Entahlah kapan dan dimana kita akan dipertemukan lagi. Jika suatu masa raga ini tak sampai padamu lagi dan kita benar-benar terpisah oleh dimensi, ingat jika aku pernah ada dihatimu dan ingatlah jika separuh hatimu akan ku bawa kesurga-Nya , tapi kau harus berjanji padaku suatu saat bila tiba masa nya kau harus bawa setengah hatiku juga ke surga-Nya. Dan kita benar akan sama-sama bertemu disuatu tempat yang kekal dan takkan ada yang pernah memisahkan. Untukmu, berbahagialah karena saat ini aku mencintaimu, kau tau kenapa dalam kataku tadi aku tak mencantumkan ‘masih’ ? Aku takut jika ‘Masih’ berarti akan ada masa dimana aku berhenti mencintaimu. Tidak akan. Aku masih ingin bersamamu dirumah yang memiliki banyak sinar matahari. Merasakan hangat pelukmu, kemanjaanmu dan juga kecup kening tulusmu untukku . Suatu saat nanti. Tapi aku masih ingin berbenah memantaskan diriku untukmu yang terbaik. Menimba ilmu hingga akhirnya aku bisa menjadi Madrasah terbaik untuk anak-anak kita nanti. Mengajarkan mereka banyak hal dengan penuh rasa sayang. Aku ingin menjadi Aisyahmu dan Khadijahmu. Aku akan selalu mengusahakan yang Terbaik untuk kita. Always. Jangan menangis membaca catatan ini, aku tau kau cengeng. Hahaha sudah hapuslah airmatamu sayang, aku hanya inginkan yang terbaik, maaf buatmu menunggu dan maaf atas jarak yang terlampau jauh ini. Jangan pernah salahkan. Mungkin ini awal terbaik untuk kita. Iya kita, aku dan kamu. Jangan lupa untuk selalu tersenyum, jangan lupa untuk terus hamasah (semangat) . Karena kau tau itu bisa meningkatkan nilai plus pada tingkat kecakepanmu. ^_^ . Baik-baik jaga Imanmu dan hatimu. Aku hanya ingin memastikan jika kau baik-baik saja.
danke, merci, arigatou, syukron, <3
Wassalamu’alaikum cinta….


Minggu, 11 Mei 2014

My Everlasting True Feelings


Hello…my eve
ini hanya catatan hati seorang anak kecil sepertinya seperti baru merasakan rasanya benar-benar jatuh cinta itu seperti apa :) terlalu polos anak kecil ini. dia memilih untuk selalu bermain dengan kata-kata untuk mengungkapkan isi hatinya.... :) I love ma way

1 Desember 2013 aku mengenalmu, dan sekarang bulan Mei berarti aku mengenalmu kurang lebih 6 bulan. Lama sekali bukan? Padahal rasanya baru kemaren kita bertemu, lempar senyum, curi-curi pandang. Semua terjadi begitu saja. Nothing special. WEIRD. Dan gatau kenapa ternyata kita punya rasa yang sama. Same feeling. hahaha jauh Sebelum-sebelum bertemu 1 desember dulu kita emang bener-bener biasa aja, gaada yang special dan cuma ‘WAH’ udah gitu aja.hahaha. Dan 1 Desember  saat even besar itu ‘hey kau buat aku melayang sekejab’ kau tau sebenarnya yang mau aku foto adalah orang yang berada didepanmu dan itu temanku, dan kau dah lambaikan tangan padaku senyum manis sekali lalu sapa aku “Assalamu’alaikum” gak pernah seformal itu sebelumnya kau menambah lagi “Nanti jangan lupa fotoin ya? Seperti pesan kemarin” kamu ngingetin orang yang jelas-jelas gak akan kelupaan. Hahaha aku cuman bilang pendek “Iya, nanti foto aja sendiri nih pake kameraku” “Sudah, kau yang ahli, assalamu’alaikum.” Langsung berlalulah sambil menelungkupkan tangan. Angin sejuk berhembus seketika, bunga2 berjatuhan dari atas udara menjadi pink. Rasa apa ini? Jantung berdetak 1000 kali lebih kuat. Help me! Help me!  *ah lebe* hahaha. Kita jadi partner sekejab kau jadikan aku official crew grub nasheedmu mski sebagai fotografer  hahaha. Gila…pengen teriak2. Tau aku fans berat dari dulu…udah kau tak perlu tau J hahaha. 3 minggu sebelum ada even itu aku badmood banget tepat dihari itu juga aku ada konsul psikotest dari tempat Les. Bete berkepanjangan selama dikelas sekolah maupun kelas Les. Semangat aja nggak ada. Manyun. Dan cuman dipuk2in sama Nadia sama Ain sama Kiky. Tapi aku gak lelah doa demi kesempatan itu ‘Ya Allah please cepetin jadwal konsul psikotest nya , kalo enggak lambatin aja Ya Rabb. Aku pengen banget ikut acara itu, sekali dalam setahun, masa akhir jabatan aku gak ikut apa2, syuro’ juga blass gara2 les terus, sekali aja kasih kesempatan aku liat dan ikut even nya. Sekali aja. Buat closing.’ Nah tiap aku berdo’a kayak gitu…eh nggak persis kayak gitu juga sih intinya kayak gitu, pas test psikotest Pak PA bilang “konsul nya dimajukan hari minggu besok, minggu lusanya di ganti besok jangan lupa ya.” Seketika aku teriak bahagia langsung dah kiky tak goyang2in badannya saking senengnya. Sumpah diliatin malu ._. hahaha yang penting kan bisa ikut TPM terbayar sudah J Dan aku mulai berfikir lagi Tuhan tulis skenarionya rapi banget. Dibuat aku manyun dulu, trus aku minta-minta ke Dia manja-manjaan berjam-jam sama Dia demi bisa tepat hadir di Temu Pelajar Muslim itu bisa ketemu D’ev. WAAAAAW How Surprize Allah is! I can Join TPM and I can Meet You :’) sampek detik ini. Aku hampir gak percaya dan mulai sekarang aku harus mulai percaya, We can’t think about the plan of Allah, so unpredictable so sureprize, I Love You Allah. Dan mulai sekarang aku gak pernah lagi untuk takut bermimpi, selalu bisa menjadi kenyataan kalo kita mau bersungguh2 berusaha dan meminta kepada-Nya. Aku sering bikin cerita tentang mu dalam cerpen2 pendekku, tentang figure seorang kakak yang ada padamu. Hahaha itu setelah pertama kali kau bernyanyi didepanku , didepan 300 orang lebih dikampung halamanmu sndri tgl 25 maret 2012 acara bedah buku . setelah kau memilih eksis dikampung orang dan pertama kalinya kamu menjadi host TPM XIV tahun 2012 bulan November tanggal 18  hahahaha dan kau sempat curi-curi pandang ke aku , I can catch your eyes bro . Dan selalu kau panggil aku Wartawati dengan kamera yang selalu bergantung dileher ngeshoot segala hal dengan tema ‘candid’ hahaha kau tak perlu tau itu, ini adalah bagian rahasia, kawan J siapa yang dari tadi aku sebut2 kamu? Kamu? Dan kamu? So mysterious. Hahahaha No No No, if you’re so curious you can ask me, my Bunda or my Ayah. Haha :D And you can know him. ^^~ well, Tuhan gak bakal kasih kesempatan sembarang orang untuk hadir dalam hari-hari kita. Selalu ada alasan untuk itu. Dan kadang kau bisa tau alasan kenapa Tuhan hadirkan sesiapapun dihari-hari kita. Atau kadang kita memilih untuk menutup mata untuk hal itu. Hahahaha. Aku bahagia bisa mengenal orang-orang terbaikku :’) terimakasih Tuhan. Terimakasih untuk semuanya. Dan terimakasih hadirkan dia untukku :’)
 I call you’re my first love at the first sight :P and I hope you're my everlasting True feelings <3
bismillahirrahmanirrahim.....aamiin

EXIONS


Hello.....exionerz :) XII IPA 6 SMANESA
keluarga kedua ku,
rasanya kala memposting ini,aku lagi rindu banget sama kalian, hahahaha :D yang biasanya tiap pagi gerudukan rebutan bangku, gerudukan kerjain PR, kerja kelompok sampek malem sampek tengah malem juga pernah. Hahaha rasanya rindu banget :)
ga pernah deh nyangka bisa punya keluarga sesolid ini, meski kadang2 aku sih yang bikin gak solid gapernah ikutan buber gak pernah mau diajakin jalan2 -___- ah payah. Tapi kalo juuuauhh sekalian aku baru mau :p kaya kejogja kemaren misalnya ^^
Buat kalian pasti si NIKON ku mengukir banyak memory diantara kita hahahaha.... uda 5000 lbih foto yang dia jepret untuk kita *terharu*

ahhhh laki2 yang jongkok bukan anggota kami :p hahaha dia tetangga yang ikutan nampang
bella, aku, chila, gelar, dewi, dina, dea, qiqi (dari kiri atas) kalo  pojok kanan atas tempat perangko :P hahaha

hahahaha ini aku yang pake kacamata sendiri :') *narsis*
dari kiri : Kiky Shihab, Ikhza, Rindan, Aku, Andra, Kikiy Can, Dendy, Nazila, kalo yang ga pake jilbab itu tetangga kita lagi yang lumayan deket lah sama anak2 exionerz ini :)
 
with my Bestie, deskmate, foreverfriend lah pokoknya :D segala curhatanku ada di dia hahaha :D kita juga duo rohis yang ada dikelas yang cewek sih jadi stiap ada syuro, liqo kita bareng2 terus hahaha
kita pernah dibilang kembar sama Mrs. Fera gara2 model kacamata kita sama hahaha :) *jedeeeer*
ni yang paling aku sayangin kemaren dia pulang duluan pas pensi , untung uda selfie sama dia wkwkwkw :P :* *damai nad*

nah kalo ini yang pake kerudung putih namanya Dian sama polka itu namanya Fifi  itu temen sekelas juga sekelas di Les jadi punya pertemuan double lah sehari :P  hahahaha awalnya sih gak akrab tapi lama kelamaan karena sering bareng udah jadi sodara banget, hehehe apalagi aku disayangin sm mereka soalnya aku gak ikutan bimbel SBMPTN di Markas GS kita :D maafin yaa... :*
oiya kalo yang nyungsep dibelakang itu namanya Julio dan yang disampingku itu Andra

nah , kalo sama cowo yang satu ini...... ini adalah orang yang suka usil banget sama aku, aku juga heran dia bilang aku lucu kalo diusilin -____- lucu dari Paris iya... Namanya Gelar, panggil aja Gelar, kalo aku gamblangin disini namanya terlalu panjang kaya kereta api atau bisa juga dipanggil Jindhol, entahlah dia suka dipanggil begitu soalnya dia gak pernah protes atau semacamnya. Ini aja ngajakin foto aku pake maksa hahaha :D salam dua jari Mr.Black yang kata Gelar kalau kangen bisa jumpa dia ditempat gelap :D hahahahaha
 
ini gara2 kesregepen Kepagian sudah nyampek tempat Pensinya SMANESA 2014 ini :) hahaha
narsis dulu deh....narsis dulu deh :D eitsss fotografernya adek kelas yang sebelum ini narsis pake background ini hahaha :P oiya itu yang sampingnya Nadiya namanya Riska anak 12 Ipa 1
 
 
Yang paling ga bisa aku lupain dari kalian adalah saat kita Remidi Akbar "KIMIA" nya Pak Bakri wali kelas kita sendiri, dan saat dimarah2in Bu Nanik kalau kita gak pernah mau "MIKIR" maunya santai melulu :'3 hehehehe sweet memories :*
Ketemu lagi beberapa tahun lagi guys :')